Format Strategi Merger dan Akuisisi Perusahaan Farmasi Besar Dunia dan Bioteknologi

- Selasa, 4 Oktober 2022 | 08:19 WIB
Dr. Raymond Tjandrawinata, Ph.D., M.S, MBA - adalah profesional di bidang farmasi dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di Amerika dan Indonesia. Pernah mendapatkan berbagai penghargaan nasional dan internasional. (ObatNews)
Dr. Raymond Tjandrawinata, Ph.D., M.S, MBA - adalah profesional di bidang farmasi dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di Amerika dan Indonesia. Pernah mendapatkan berbagai penghargaan nasional dan internasional. (ObatNews)

Saat itu, SB mempersiapkan diri untuk bergabung (merge) dengan perusahaan dunia lainnya, Glaxo Welcome (GW) pada tahun 1998-2000, membuahkan suatu perusahaan GlaxoSmithKline (GSK) dengan valuasi gabungan saat itu sebesar USD 180 juta Hasil dari penggabungan itu tentunya sudah termasuk dalam literatur klasik manajemen strategis perusahaan.

Buku ini, terdiri dari 11 BAB. Menilik dari pembahasan pada 11 BAB dalam buku ini, ada benang merah yang ingin disampaikan oleh penulis adalah: bagaimana format strategi merger dan akusisi perusahaan farmasi dan bioteknologi pasca pandemi COVID-19. Pokok bahasan tentang ini, dikupas cukup rinci pada 2 BAB yaitu, BAB 10 (Merger dan Akusisi Pasca Pandemi COVID-10), dan BAB 11 (Lapangan Main Baru Farmasi Pasca Pandemi).

Format Praktik Merger dan Akuisisi

Ada banyak alasan mengapa satu perusahaan memilih bergabung dengan atau mengakuisisi perusahaan lain. Ada banyak motivasi yang mendasari untuk bergabung, didorong oleh serangkaian alasan dan penggerak. 

Sebagai contoh: Perusahaan A mungkin memutuskan untuk mengakuisisi perusahaan B. Dasar pemikirannya adalah penerapan strategi. Untuk mencapai atau lebih tujuan strategis, mungkin perusahaan A harus mengakuisisi perusahaan B. Karena pada saat ini, ada kapasitas yang berlebihan di sektor di mana perusahaan A dan perusahaan B beroperasi.

Ini contoh alasan strategis- yang mendasari perusahaan untuk mengakuisisi perusahaan B adalah keinginan untuk mengendalikan kapasitas di sektor tersebut. Pemahaman tentang berbagai alasan dan dorongan dibalik merger dan akuisisi sangat penting dalam mengembangkan strategi perusahaan.

Ada beberapa alasan utama yang menentukan sifat merger atau akuisisi yang diusulkan. Alasannya adalah: Dasar Pemikiran Strategis. Alasan strategis memanfaatkan merger atau akuisisi dalam mencapai seperangkat tujuan strategis. Sebagaimana dibahas, merger dilakukan untuk mengendalikan kapasitas di sektor terpilih merupakan sebuah contoh.

Merger dan akuisisi biasanya dalam upaya pencapaian tujuan strategis, dan biasanya ada beberapa alternatif yang tersedia. Misalnya, perusahaan A mungkin ingin mendapatkan pijakan di pasar berkembang yang baru menguntungkan, namun tidak memiliki pengalaman atau keahlian dibidang ini.

Baca Juga: 15 Keunggulan OMAI sebagai Faktor Pembeda. Menjadi Keunggulan Daya Saing Kemandirian Obat Nasional

Salah satu cara untuk mengatasi hal ini adalah dengan mengakuisisi perusahaan yang telah memiliki track record kesuksesan di pasar baru yang mau dituju. Alternatifnya mungkin dengan mengembangkan divisi penelitian dan pengembangan di pasar produk baru dalam upaya untuk mengejar dan melewati pelaku usaha yang telah ada.

Halaman:

Editor: Karyanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X