Format Strategi Merger dan Akuisisi Perusahaan Farmasi Besar Dunia dan Bioteknologi

- Selasa, 4 Oktober 2022 | 08:19 WIB
Dr. Raymond Tjandrawinata, Ph.D., M.S, MBA - adalah profesional di bidang farmasi dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di Amerika dan Indonesia. Pernah mendapatkan berbagai penghargaan nasional dan internasional. (ObatNews)
Dr. Raymond Tjandrawinata, Ph.D., M.S, MBA - adalah profesional di bidang farmasi dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di Amerika dan Indonesia. Pernah mendapatkan berbagai penghargaan nasional dan internasional. (ObatNews)

"Inovasi dan strategi industri farmasi memiliki peran penting dalam misi pencapaian universal health coverage melalui penyediaan obat-obatan untuk masyarakat. Dengan adanya 237 juta atau sekitar 87%: masyarakat yang terdaftar di program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Indonesia menjadi pasar yang menjanjikan untuk industri farmasi sehingga diperlukan strategi yang tepat untuk dapat memanfaatkan peluang dan berdaya saing secara berkelanjutan, termasuk dalam antisipasi produksi farmasi dalam negeri.

Strategi Merger dan Akuisisi pada Perusahaan Besar Dunia Bidang Farmasi dan Bioteknologi karya Dr. Raymond ini memberikan gambaran luas mengenai kondisi industri farmasi global pasca pandemi hingga dampak strategi merger dan akusisi farmasi terhadap bisnis, penelitian, inovasi dan pengembangan.

Buku ini sangat menarik untuk dikaji oleh akademisi, pelaku industri hingga pembuat kebijakan. Selamat membaca!" (Komentar Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D., Direktur Utama BPJS Kesehatan, seperti dikutip di halaman 3).

Sekilas Tentang Penulis

Dr. Raymond Tjandrawinata, Ph.D., M.S, MBA - adalah profesional di bidang farmasi dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di Amerika dan Indonesia. Pernah bekerja di SmithKline Pharmaceuticals, California sejak tahun 1996- setelah ia bertugas sebagai UCSF Postdoctoral Fellow di bidang Farmakologi Molekuler di Universitas California San Fransisco School for Medicine.

Dr. Raymond mempunyai paten di Indonesia, Asia, Eropa dan Amerika, disamping publikasi diberbagai jurnal saintifik terkemuka dunia.

Karyanya disitasi oleh pelbagai ilmuwan dan profesional dan dapat dilihat di Scopus dan Google Scholar dehan H-index tinggi. Dr. Raymond mempunyai ketertarikan melakukan riset pada topik akuisisi dan merger, farmakoekonomi, serta peran riset dan pegembangan pada produktivitas perusahaan farmasi dan bioteknologi di dunia maupun Indonesia.

Beberapa penghargaan yang diperoleh, antara lain: Habibie Award untuk Kedokteran dan Bioteknologi (2016), WIPO Award dari Organisasi Dunia Kekayaan Intelektual di Geneva (2018), SINTA Award dari Kemristekdikti (2018, 2020). Baru-baru ini Rank 1 in Indonesia Top 100 Medical and Health Science Scientists oleh organisasi pemeringkatan AD Scientific (2022).

Baca Juga: Kemandirian Obat..! 35 Dinkes di Jawa Tengah Dukung Penggunaan OMAI

Saat ini, Dr. Raymond menjabat sebagai Director of Business and Scientific Development sejak tahun 2000, serta Direktur Eksekutif pada institusi riset Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences Dexa Group, sejak tahun 2005,serta Komisaris Utama PT Ferron Par Pharmaceuticals.

Halaman:

Editor: Karyanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X