• Minggu, 4 Desember 2022

Gas Air Mata Bahkan Dilarang dalam Perang. Apa Itu Gas Air Mata? Ini Deretan Efek Buruknya untuk Kesehatan

- Rabu, 5 Oktober 2022 | 11:17 WIB
Gas air mata disemburkan petugas di Stadion Kanjuruhan di Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dalam insiden selepas pertandingan sepak bola Arema FC versus Persebaya Surabaya pada 1 Oktober 2022 itu sedikitnya 127 orang tewas. (Sportsnet)
Gas air mata disemburkan petugas di Stadion Kanjuruhan di Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dalam insiden selepas pertandingan sepak bola Arema FC versus Persebaya Surabaya pada 1 Oktober 2022 itu sedikitnya 127 orang tewas. (Sportsnet)

OBAT NEWS – Tragedi di Stadion Kanjuruhan di Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada 1 Oktober 2022 akan terus dikenang sebagai kepahitan panjang, bahkan untuk selamanya.

Kericuhan yang terjadi selepas pertandingan Arema FC versus Persebaya Surabaya itu menewaskan ratusan orang.

Data resmi pada awal kejadian menyebutkan 127 orang tewas termasuk dua orang petugas kepolisian. Namun, pada perkembangannya, muncul kabar korban meninggal dunia termasuk yang mengembuskan napas terakhir ketika dalam perawatan di rumah sakit mencapai 174 orang.

Baca Juga: Mata Jendela Dunia. Simak 7 Tips untuk Memelihara Kesehatan Mata, Jangan Terlalu Lama Menatap Layak Elektronik

Begitu banyaknya korban yang meninggal dunia disebabkan oleh gas air mata yang dilepaskan aparat untuk menghalau penonton yang memasuki lapangan. Namun nyatanya, korban meninggal terbanyak adalah mereka yang mencoba meninggalkan stadion dari pintu-pintu keluar, bukan yang ada di lapangan.

Gas air mata ternyata memang sangat berbahaya dan efeknya yang buruk terhadap kesehatan manusia yang menghirupnya—tentu saja tanpa disengaja—sangat luar biasa, bahkan, seperti yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, sampai meninggal dunia.

Dapat Membuat Buta

Gas air mata, juga dikenal sebagai lachrymator (dari bahasa Latin lacrima 'tear'), kadang-kadang bahasa sehari-hari dikenal sebagai "gada", adalah senjata kimia yang merangsang saraf kelenjar lakrimal di mata untuk menghasilkan air mata. Selain itu, dapat menyebabkan sakit mata dan pernapasan yang parah, iritasi kulit, pendarahan, dan kebutaan.

Lachrymators umum baik saat ini dan sebelumnya digunakan sebagai gas air mata termasuk semprotan merica (gas OC), semprotan PAVA (nonivamide), gas CS, gas CR, gas CN (fenasil klorida), bromoaseton, xylyl bromide, dan Mace (campuran bermerek).

Halaman:

Editor: M. Syahran W. Lubis

Sumber: Berbagai sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X