Kabar Baik untuk Para Penikmat Kopi. Dua Cangkir Kopi Sehari Kurangi Risiko Kerusakan Ginjal hingga 23 Persen

- Sabtu, 9 Juli 2022 | 18:28 WIB
Ilustrasi sajian secangkir kopi yang siap dinikmati. (Kopigen)
Ilustrasi sajian secangkir kopi yang siap dinikmati. (Kopigen)

Untuk menentukan kerusakan ginjal akut, para peneliti melihat tingkat rawat inap, termasuk kode Klasifikasi Penyakit Internasional.

Setelah disesuaikan dengan faktor demografi, mereka menemukan bahwa individu yang mengonsumsi kopi dalam jumlah berapa pun memiliki risiko 11 persen lebih rendah terkena kerusakan ginjal akut dibandingkan dengan individu yang tidak mengonsumsi kopi.

Para peneliti lebih lanjut mencatat hubungan ketergantungan dosis antara kerusakan ginjal akut dan asupan kopi, dengan mereka yang mengonsumsi dua hingga tiga cangkir kopi per hari mengalami pengurangan risiko paling substansial.

Baca Juga: Inovasi Minyak Makan Merah Dukung Program Atasi Stunting

3. Efek Perlindungan Kopi

Ketika ditanya apa yang mungkin menjelaskan efek perlindungan potensial kopi untuk kerusakan ginjal akut, Dr. Matthew Weir, profesor kedokteran dan kepala Divisi Nefrologi di University of Maryland, AS, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, menilai penelitian itu tidak memberikan petunjuk.

“Para peneliti memberikan teori, tetapi ada banyak masalah dengan tinjauan data retrospektif, yang dapat mengacaukan pengamatan dan membatasi validitas. Setidaknya tidak ada bukti kerusakan,” kata Dr. Weir.

Dalam studi tersebut, para peneliti mencatat temuan mereka mungkin hasil dari senyawa bioaktif dalam kopi yang meningkatkan perfusi dan pemanfaatan oksigen di ginjal.

Dr. Kalie L. Tommerdahl, asisten profesor endokrinologi pediatrik di University of Colorado, AS, dan Dr. Chirag Rohit Parikh, Direktur Divisi Nefrologi di Universitas Johns Hopkins, AS, yang keduanya masuk sebagai penulis penelitian, mengatakan mereka melakukan studi pendamping untuk lebih memahami mekanisme potensial.

Mereka mempelajari 10 pemuda berusia 12 hingga 21 tahun dengan diabetes tipe 1 dan bertujuan menilai efek dari kursus 7 hari yang dikonfirmasi dari satu minuman dingin Starbucks setiap hari (325 ml, 175 mg kafein) pada berbagai ukuran fungsi ginjal.

Menurut keduanya, studi itu termasuk ukuran sampel yang kecil. “Kami dapat secara efektif menilai tindakan intrarenal ini pada remaja dengan diabetes tipe 1, kami tidak menemukan perbedaan dalam fungsi ginjal setelah konsumsi kopi harian dalam waktu singkat,” tambah mereka.

Para peneliti menyimpulkan bahwa mereka perlu mengevaluasi lebih lanjut mekanisme fisiologis yang mendasari potensi efek perlindungan dari konsumsi kopi dalam studi yang lebih besar dengan durasi yang lebih lama.

Baca Juga: Makan Buah ini, Bikin Stress Hilang, Buang Air Besar Makin Lancar

4. Dampak Minuman Berkafein Lainnya

Dr. Weir mencatat bahwa penelitian ini memiliki banyak keterbatasan yang dapat dengan mudah dipertanggungjawabkan oleh penulis dalam makalah mereka.

Halaman:

Editor: M. Syahran W. Lubis

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X