Potensi Bahan Baku Obat Herbal Indonesia Menggiurkan. Menjadi Faktor Penting Resiliensi Ketahanan Kesehatan

- Minggu, 24 Juli 2022 | 09:48 WIB
Pakar Riset Obat Modern Asli Indonesia-OMAI, Dr. Raymond R. Tjandrawinata  menilai potensi bahan baku obat herbal Indonesia sangat besar. (Karyanto- ObatNews)
Pakar Riset Obat Modern Asli Indonesia-OMAI, Dr. Raymond R. Tjandrawinata menilai potensi bahan baku obat herbal Indonesia sangat besar. (Karyanto- ObatNews)

OBAT NEWS- Potensi bahan baku obat herbal dari tanaman obat asli Indonesia sangat besar, dan memiliki peluang untuk mengurangi dan menekan impor bahan baku obat kimia di masa datang.

Sebagai negara mega biodiversitas, Indonesia harus menjadikannya sebagai keunggulan daya saing, dan mengekplorasinya untuk sumber kekuatan ekonomi nasional.

"Contohnya obat sakit perut dapat diganti dengan Redacid yang bahan bakunya dari tanaman obat asli Indonesia. Berapa ton bahan baku obat yang diimpor setiap tahun, ke depan dapat diganti dengan bahan baku obat dari herbal dari tumbuhan asli Indonesia," tegas Direktur Eksekutif Dexa Laboratories Biomolecular Sciences (DLBS) Dexa Group, Raymond Tjandrawinata.

Baca Juga: 15 Keunggulan OMAI sebagai Faktor Pembeda. Menjadi Keunggulan Daya Saing Kemandirian Obat Nasional

Kualitas bahan baku obat- termasuk bahan baku obat herbal, lanjut Raymond, akan menentukan kualitas produk akhir. Untuk itu, bahan baku obat herbal harus memenuhi persyaratan IEBA (Industri Ekstrak Bahan Alam) dalam proses produksinya.

Kualitas bahan baku harus terus ditingkatkan, agar kualitas dan keamanan produk yang diproduksi tidak perlu dipertanyakan lagi. Sehingga potensinya, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, tetapi juga dapat di ekspor, Raymond menambahkan.

Dalam artikel berjudul "Industri Farmasi Kurangi Impor Sesuai Inpres Jokowi" yang dimuat media online www.tempo.co, dimana Raymond Tjandrawinata sebagai narasumber memaparkan dengan lugas. Berikut ini artikel tersebut:

Mayoritas bahan baku obat-obatan di Indonesia masih bergantung dari negara-negara lain. Fakta itu diungkapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia.

"Sekitar 90 persen bahan farmasi Indonesia impor karena tidak mudah untuk mengembangkan bahan baku obat," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes), Kemenkes Siswanto, pada forum kesehatan di Magelang, Oktober 2018 silam.

Halaman:

Editor: Karyanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X