Badan POM Inisiasi Konvensi Kemandirian Nasional, Tersedianya Bahan Baku Obat Alami Bermutu dan Berdaya Saing

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 19:17 WIB
Badan POM menginisiasi konvensi nasional untuk mewujudkan kemandirian nasional pengembangan bahan baku obat alami dapat lebih cepat terwujud. (Dok. Badan POM)
Badan POM menginisiasi konvensi nasional untuk mewujudkan kemandirian nasional pengembangan bahan baku obat alami dapat lebih cepat terwujud. (Dok. Badan POM)

OBAT NEWS- Para stakeholders sektor usaha di bidang obat bahan alam Indonesia, bertekad untuk mewujudkan kemandirian nasional dalam menyediakan bahan baku obat bahan alam yang bermutu dan berdaya saing tinggi.

Potensi kekayaan alam berupa biodivesitas yang dapat dijadikan sumber bahan baku obat bahan alam, harus dijadikan prioritas dalam pengembangan untuk mewujudkan kemandirian nasional.

Hilirisasi dapat menjadi program yang terus untuk didorong, agar produk obat bahan yang berbasis riset semakin banyak dengan khasiat untuk berbagai kategori penyakit.

Baca Juga: Mendeteksi BKO yang Dilarang Dicampur dalam Produk Jamu. Badan POM Adakan BimTek Metode LC MS/MS

1.Badan POM Inisiasi Konvensi Nasional

Obat bahan alam asli Indonesia merupakan produk kesehatan warisan budaya bangsa yang perlu dilestarikan. Dengan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi, obat bahan alam telah dikembangkan menjadi Obat Herbal Terstandar (OHT) dan Fitofarmaka.

Hingga Juli 2022, terdapat 1.161 sarana obat bahan alam yang telah memproduksi lebih dari 14.000 item produk obat bahan alam dalam bentuk jamu, obat herbal terstandar, maupun fitofarmaka.

Saat ini industri obat bahan alam masih menghadapi tantangan. Ketersediaan bahan baku obat bahan alam sebesar 25% dari total kebutuhan masih diperoleh melalui impor.

Aspek pemenuhan terhadap standar/persyaratan keamanan, manfaat, dan mutu, serta kuantitas pasokan bahan baku obat bahan alam dari dalam negeri juga belum dapat dipenuhi secara konsisten karena sebagian besar Bahan Baku berasal dari tumbuhan liar, belum massif dibudidayakan dan masih adanya keterbatasan teknologi pengolahan .

Halaman:

Editor: Karyanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X