House of Wellness yang Dibangun Kemenperin Masuki Tahap Akhir. Menjadi Acuan Penggunaan Produk Fitofarmaka

- Jumat, 19 Agustus 2022 | 23:33 WIB
Kunyit merupakan salah satu tanaman yang dapat dikembangkan sebagai fitofarmaka. (Healthline)
Kunyit merupakan salah satu tanaman yang dapat dikembangkan sebagai fitofarmaka. (Healthline)

OBAT NEWS - Industri farmasi merupakan salah satu sektor prioritas pengembangan dalam peta jalan Making Indonesia 4.0 dengan salah satu upaya transformasi di sektor farmasi adalah pengembangan obat melalui pengolahan bahan-bahan baku alam atau dikenal dengan fitofarmaka.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengutip lagi pernyataan Presiden Joko Widodo pada Sidang Tahunan MPR tanggal 16 Agustus lalu menggarisbawahi bahwa hilirisasi dan industrialisasi adalah kunci transformasi sektor farmasi termasuk pengembangan fitofarmaka.

“Indonesia memiliki kekuatan dan kemampuan untuk mengembangkan obat melalui pengolahan bahan baku alam atau fitofarmaka dengan kekayaan biodiversitas lebih dari 2.800 spesies tanaman obat,” paparnya saat acara tutup atap atau topping-off House of Wellness Fasilitas Produksi Fitofarmaka di Jakarta pada Jumat (19/08/2022).

Baca Juga: Penggunaan OMAI Fitofarmaka di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Terus Didorong. Target Kemandirian Obat Nasional!

1. Kurangi Ketergantungan Impor

Agus mengemukakan hilirisasi dan industrialisasi juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap obat dan bahan baku obat impor sekaligus mendorong kemandirian obat nasional bagi rakyat yang mudah didapat (accessible), terjangkau (affordable), selalu tersedia di mana pun dibutuhkan (available), dan berkesinambungan (sustainable).

Upaya ini juga untuk mengoptimalkan pasar domestik dan pasar internasional yang potensial dari produk herbal atau obat berbahan alam.

Nilai konsumsi obat berbahan alam oleh masyarakat Indonesia diperkirakan mencapai Rp23 triliun pada 2025.

Baca Juga: Potensi Fitofarmaka Penunjang Kemandirian Obat. Mengemuka Pada Advisory Board Sharing Session ITB

Halaman:

Editor: M. Syahran W. Lubis

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X