• Kamis, 6 Oktober 2022

Menjadikan Jamu Sebagai Ikon Wellness Tourism di Indonesia. Banyak Kelebihannya!

- Rabu, 21 September 2022 | 18:55 WIB
Bersama Ketua KOJAI di Pasar Jamu Nguter Sukoharjo, Jawa Tengah. Geliat Jamu terus melaju. (Karyanto- ObatNews)
Bersama Ketua KOJAI di Pasar Jamu Nguter Sukoharjo, Jawa Tengah. Geliat Jamu terus melaju. (Karyanto- ObatNews)

OBAT NEWS- Manfaat Jamu akan terus berkembang, seiring dengan perubahan gaya hidup masyarakat dunia. Hal ini dipicu, diantaranya karena pengaruh dari pandemi COVID-19 yang hingga kini belum ditemukan obat yang spesifik untuk menyembuhkannya.

Berikut ini, artikel berjudul “Jamu Bagian Penting Medical Tourism Indonesia”, yang dipublikasikan di bisniswisata.co.id

Jamu sebagai warisan nenek moyang bangsa Indonesia memiliki potensi besar untuk mejadi bagian penting dari Medical Tourism pengobatan tradisional Indonesia.

Kunci utama untuk mewujudkannya adalah mensinergikan stakeholders terkait untuk membangun medical tourism pengobatan tradional yang sudah menjadi bagian dari kultur masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Kemenparekraf Akan Menyiapkan Pedoman Pembangunan Wellness Tourism

Medical tourism adalah perjalanan seseorang dari suatu negara ke negara lain untuk mencari perawatan medis- apakah konvensional atau tradisional. Indonesia memiliki potensi besar untuk pengobatan tradisional, dengan menggunakan Jamu sebagai bagian penting dari tatalaksana medical tourism.

Menurut Karyanto, Fouder JamuDigital, dengan potensi sumber daya alam, kompetensi SDM, dan dukungan sosial-budaya yang kuat, produk herbal di Indonesia atau yang biasa dikenal dengan istilah Jamu ini, semestinya dapat menjadi komoditi yang mendunia-termasuk melalui medical tourism.

“Sayangnya, melimpahnya biodiversitas di nusantara ini, belum didukung political will yang kuat. Akibatnya, potensi yang ada belum menjadi keunggulan daya saing.

Negara diharapkan dapat memposisikan diri untuk mendukung pertumbuhan nation branding, sehingga produk herbal atau jamu di Indonesia dapat lebih menjulang tinggi di era Revolusi Industri 4.0,” ujar Karyanto- Sarjana Farmasi Alumni UGM ini.

Halaman:

Editor: Karyanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X