• Minggu, 4 Desember 2022

Menjadikan Jamu Sebagai Ikon Wellness Tourism di Indonesia. Banyak Kelebihannya!

- Rabu, 21 September 2022 | 18:55 WIB
Bersama Ketua KOJAI di Pasar Jamu Nguter Sukoharjo, Jawa Tengah. Geliat Jamu terus melaju. (Karyanto- ObatNews)
Bersama Ketua KOJAI di Pasar Jamu Nguter Sukoharjo, Jawa Tengah. Geliat Jamu terus melaju. (Karyanto- ObatNews)

Kesan pertama saat dikenalkan dengan sado waktu tahun 1994 berkesempatan untuk mengunjungan Hiroshima biasa saja. Malah lebih nikmat menyeruput teh aroma melati yang sangat terkenal di tanah air.

Namun, seperti itulah membangun product branding, dengan menggiring publik. Dalam suatu pameran, para pengunjung dikepung untuk mendapatkan persespi yang unik. Membangun nation branding- dikemas dalam product branding disampaikan dalam tourism program.

Jepang sukses dengan strategi ini, yang kini kita kenal teh Matcha. Jepang juga mengembangkan TJM (Traditional Japanese Medicine) dan pengobatan herbalnya terkenal dengan nama Kampo.

Baca Juga: Tingkatkan Layanan Medis, Dokter Ciptakan Platform Medical Tourism Indonesia, Sehat Secara Alami

Selain Jepang, Malaysia juga memiliki sistem nation branding yang cukup baik. Geliat herbal di negara tetangga banyak memiliki basis kesamaan budaya kita. Seperti yang telah disebutkan tadi, Tongkat Ali merupakan brand herbal yang cukup terkenal di Malaysia.

Bahkan di toko sekelas minimarket yang khusus menjual produk helbal, terdapat alat pendeteksi keaslian produk Tongkat Ali tersebut. Nama alatnya MediTag.

Seperti kartu ATM, tetapi ada dua lubang, yang mana lubang tersebut digunakan untuk ditempelkan pada barcode yang ada pada setiap kemasan. Jika produk herbal itu asli, maka akan terbaca sebuah logo dari sebuah lembaga di Malaysia. Jika palsu, tidak muncul logo tersebut.

Tidak hanya di minimarket saja, di berbagai mall besar di Malaysia, seperti Suria KLCC, Kuala Lumpur City Centre, juga di Central Market yang mana menjadi destinasi yang sering dikunjungi wisatawan, juga ada counter yang menjual Tongkat Ali.

Tidak hanya itu, olahan herbal dari jahe juga cukup populer di Malaysia seperti yang dijual di salah satu toko herbal khusus di Chin Swee Temple.

Contoh lainnya adalah India, sempat belajar Ayuverda dan Fisioterapi di Shree Guru Gobind Singh Tricentenary (SGT) University di Gurgaon, New Delhi dan di Janardan University (UdaipurI) India, dia melihat bahwa keunggulan Ayuverda adalah dikonsep secara terintegrasi dalam sistem pengobatan tradisional yang terpadu.

Halaman:

Editor: Karyanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X