• Minggu, 4 Desember 2022

BPOM Temukan 41 Item Obat Tradisional Mengandung BKO. Sebanyak 16 Item Kosmetik Gunakan Bahan Berbahaya

- Selasa, 4 Oktober 2022 | 22:10 WIB
Petugas BPOM menjalankan tugas pengawasan obat-obatan serta makanan dan minuman. (BP:OM)
Petugas BPOM menjalankan tugas pengawasan obat-obatan serta makanan dan minuman. (BP:OM)

OBAT NEWS – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada Selasa (04/10/2022) memberikan penjelasan publik mengenai temuan obat tradisional, suplemen kesehatan, dan kosmetika mengandung bahan kimia obat serta bahan dilarang/berbahaya tahun 2022.

Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM Reri Indriani saat memberikan keterangan pers mengungkpkan bahwa BPOM masih menemukan peredaran obat tradisional, suplemen kesehatan, dan kosmetika mengandung bahan kimia obat (BKO) serta bahan dilarang yang berbahaya bagi kesehatan.

Berdasarkan hasil sampling dan pengujian selama Oktober 2021 hingga Agustus 2022, BPOM menemukan 41 item obat tradisional mengandung BKO dan 16 item kosmetik mengandung bahan dilarang/bahan berbahaya.

Baca Juga: Melawan Resistansi Antimikroba, Pahami Makna ABC+4T. BPOM Ingatkan Masyarakat, Antibiotik Termasuk Obat Keras

Didominasi BKO Sildenafil Sitrat

Tren penambahan BKO masih didominasi oleh BKO Sildenafil sitrat pada produk obat tradisional dengan klaim penambah stamina pria, serta BKO Deksametason, Fenilbutazon, dan Parasetamol pada produk obat tradisional untuk mengatasi pegal linu.

Disusul obat tradisional mengandung BKO Efedrin dan Pseudoefedrin HCL dengan klaim yang digunakan secara tidak tepat untuk penyembuhan dan pencegahan pada masa pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

Reri Indriani menyebutkan kandungan BKO pada obat tradisional sangat berisiko bagi kesehatan.

Penambahan BKO Sildenafil Sitrat dapat menimbulkan efek samping berupa kehilangan penglihatan dan pendengaran, nyeri dada, pusing, pembengkakan (pada mulut, bibir, dan wajah), stroke, serangan jantung, bahkan kematian.

Halaman:

Editor: M. Syahran W. Lubis

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X